Sinkronisasi Rencana Pembelajaran Semester
Kemampuan Akhir yang Direncanakan: Membangun dan menginterpretasikan regresi linear sederhana.
Waktu: TM 100 + PT 120 + BM 120 = 340 menit
Penilaian: Tugas 5%
Referensi RPS: 1,2,4,5
Pertemuan 13 menggunakan korelasi untuk menjelaskan arah dan kekuatan hubungan dua variabel. Pertemuan 14 melanjutkan ke regresi linear sederhana: membangun persamaan yang menghubungkan satu variabel prediktor dengan satu variabel hasil, menginterpretasikan koefisien, mengevaluasi koefisien determinasi dan residual, serta melakukan prediksi secara terbatas dan bertanggung jawab.
Kemampuan Akhir yang Direncanakan: Membangun dan menginterpretasikan regresi linear sederhana.
Waktu: TM 100 + PT 120 + BM 120 = 340 menit
Penilaian: Tugas 5%
Referensi RPS: 1,2,4,5
Pertemuan 14 mempunyai 4 tujuan utama. Materi dimulai dari hubungan korelasi–regresi, kemudian persamaan, evaluasi model, dan akhirnya prediksi terbatas.
Regresi membantu membangun model prediksi/estimasi hubungan, tetapi tidak otomatis membuktikan bahwa perubahan prediktor menyebabkan perubahan variabel hasil.
Rujukan utama: Montgomery & Runger · Sudjana · Santoso · Ghozali
Pada regresi linear sederhana, hubungan dua variabel yang tampak pada diagram pencar diringkas dengan sebuah garis lurus. Namun tujuan regresi berbeda dari korelasi.
| Aspek | Korelasi | Regresi linear sederhana |
|---|---|---|
| Tujuan utama | mengukur arah dan kekuatan hubungan | memodelkan nilai rata-rata hasil berdasarkan prediktor |
| Peran variabel | simetris dalam korelasi | dibedakan menjadi prediktor dan hasil |
| Output utama | koefisien korelasi | persamaan, koefisien, R², residual, prediksi |
| Kausalitas | tidak otomatis kausal | juga tidak otomatis kausal |
Pertanyaan: apakah jumlah tenaga kerja dapat digunakan untuk memprediksi produktivitas harian?
Prediktor: jumlah tenaga kerja.
Variabel hasil: produktivitas (m²/hari).
Sebelum membuat model, lihat apakah hubungan cukup linear, apakah terdapat nilai ekstrem, kelompok berbeda, atau pola melengkung.
Prediktor yang signifikan secara statistik tidak otomatis merupakan penyebab. Variabel ketiga, bias seleksi, urutan waktu, dan desain penelitian tetap harus dipertimbangkan.
Pada data observasional, biaya lembur berkorelasi positif dengan keterlambatan proyek. Apakah regresi biaya lembur terhadap keterlambatan membuktikan bahwa lembur menyebabkan keterlambatan?
Rujukan utama: Montgomery & Runger · Sudjana · Santoso · Ghozali
| Simbol | Makna |
|---|---|
| ŷ | nilai hasil yang diprediksi model |
| b₀ | intercept / konstanta |
| b₁ | slope / koefisien prediktor |
| X | nilai variabel prediktor |
Misalkan model produktivitas:
Slope 2,1 berarti: untuk kenaikan 1 unit tenaga kerja, model memprediksi kenaikan rata-rata produktivitas sebesar 2,1 m²/hari, dalam rentang dan konteks data yang digunakan.
Intercept adalah prediksi Y ketika X = 0. Intercept dapat penting secara matematis tetapi tidak selalu bermakna secara substantif.
Metode kuadrat terkecil memilih garis yang meminimalkan jumlah kuadrat residual.
Untuk slope:
Nilai-p koefisien membantu menilai evidence bahwa hubungan linear populasi berbeda dari nol dalam kerangka model.
Pada regresi linear sederhana, IBM SPSS Statistics menampilkan:
Model durasi adalah ŷ = 18,5 − 0,6X, dengan X = jumlah pekerja. Interpretasikan slope.
Rujukan utama: Montgomery & Runger · Sudjana · Santoso · Ghozali
Koefisien determinasi R² menunjukkan proporsi variasi variabel hasil dalam sampel/model yang dijelaskan oleh hubungan linear dengan prediktor.
Jika R² = 0,64, model linear dengan prediktor tersebut menjelaskan sekitar 64% variasi hasil pada data yang dianalisis. Sisanya berkaitan dengan faktor lain, variasi acak, dan ketidaksempurnaan model.
Residual menunjukkan kesalahan prediksi setiap observasi. Residual yang baik untuk model linear tidak membentuk pola sistematis terhadap nilai prediksi.
| Pemeriksaan | Apa yang dicari? |
|---|---|
| diagram pencar Y vs X | hubungan linear dan nilai ekstrem |
| Residual vs predicted | tidak ada pola melengkung/funnel yang kuat |
| Histogram residual | bentuk residual secara umum |
| Normal P–P Plot | residual cukup mengikuti pola yang diharapkan |
Jika variasi residual membesar atau mengecil secara sistematis sepanjang nilai prediksi, kondisi tersebut disebut heteroskedastisitas. Ini dapat memengaruhi galat baku dan inferensi koefisien.
Nilai ekstrem pada X atau Y dapat memiliki pengaruh besar terhadap garis regresi. IBM SPSS Statistics dapat menyimpan residual dan ukuran diagnostik seperti Cook's Distance. Pada Pertemuan 14 cukup pahami fungsinya sebagai indikator untuk diperiksa, bukan aturan otomatis untuk menghapus observasi.
Plot residual menunjukkan pola seperti kipas: residual kecil pada nilai prediksi rendah dan semakin menyebar pada nilai prediksi tinggi. Masalah apa yang perlu dicurigai?
Rujukan utama: Montgomery & Runger · Sudjana · Santoso · Ghozali
| Output | Apa yang dibaca? |
|---|---|
| Model Summary | R dan R² |
| ANOVA | uji keseluruhan model dan nilai-p |
| Coefficients | konstanta, slope, galat baku, t, nilai-p, interval koefisien |
| Residual diagnostics | pola residual, normalitas, nilai ekstrem/influential |
| Informasi | Nilai |
|---|---|
| Intercept | 7,20 |
| Slope tenaga kerja | 2,10 |
| Nilai-p slope | 0,004 |
| R² | 0,64 |
Jika model dibangun dari data 5–12 pekerja, prediksi untuk 8 atau 10 pekerja merupakan interpolasi dan relatif lebih dekat dengan evidence yang diamati.
Prediksi untuk 30 pekerja dari model yang hanya memiliki data 5–12 pekerja adalah ekstrapolasi. Hubungan linear mungkin tidak berlaku sejauh itu karena keterbatasan ruang kerja, koordinasi, alat, dan faktor proyek lainnya.
Persamaan menghasilkan nilai rata-rata prediksi berdasarkan model. Observasi aktual tetap menyimpang dari garis karena residual. Jika perangkat lunak menyediakan interval kepercayaan atau interval prediksi, gunakan interval tersebut untuk menunjukkan ketidakpastian.
Masukkan pasangan data X dan Y. Pisahkan nilai dengan titik koma (;) atau baris baru; gunakan koma sebagai tanda desimal. Kalkulator menghitung intercept, slope, Pearson r, R², residual, dan prediksi pada satu nilai X. Nilai-p koefisien tetap dibaca melalui prosedur IBM SPSS Statistics.
“Regresi linear sederhana menunjukkan jumlah tenaga kerja berasosiasi positif dengan produktivitas. Persamaan prediksi adalah ŷ = 7,20 + 2,10X. Koefisien slope signifikan secara statistik (nilai-p = 0,004), dan model memiliki R² = 0,64. Prediksi dibatasi pada rentang jumlah tenaga kerja yang terwakili dalam data. Hasil tidak ditafsirkan sebagai bukti kausal tanpa desain yang mendukung.”
Model dibangun dari proyek dengan durasi aktivitas 10–30 hari. Apakah model boleh langsung digunakan untuk memprediksi aktivitas 120 hari?
Hubungan: korelasi merangkum asosiasi; regresi membedakan prediktor dan hasil serta membangun persamaan.
Persamaan: intercept + slope × prediktor; slope dibaca dalam satuan asli.
Evaluasi: R² menjelaskan proporsi variasi model; residual digunakan untuk memeriksa kecocokan/asumsi.
Prediksi: gunakan model terutama dalam rentang data dan laporkan ketidakpastian serta batas interpretasi.
| Tatap muka / terbimbing | 100 menit |
|---|---|
| Penugasan terstruktur | 120 menit |
| Belajar mandiri | 120 menit |
| Total | 340 menit |
| Penilaian | Tugas 5% |
| Kriteria | Fokus evidence Pertemuan 14 |
|---|---|
| Pemahaman masalah dan data | prediktor, hasil, satuan, dan tujuan model ditetapkan dengan tepat |
| Pemilihan metode statistik | regresi linear sederhana digunakan ketika pola dan konteks mendukung |
| Perhitungan/analisis | persamaan, koefisien, R², nilai-p, prediksi, dan residual dianalisis benar |
| Interpretasi | intercept, slope, R², residual, dan prediksi dijelaskan sesuai konteks |
| Kesimpulan berbasis bukti | prediksi dan klaim hubungan dibatasi oleh rentang data/desain |
| Komunikasi data | diagram pencar, persamaan, output, satuan, dan narasi disajikan jelas |
Checklist ini tersimpan hanya pada browser/perangkat dan bukan progres atau nilai resmi pada sistem pembelajaran.
Pertemuan 14 menggunakan satu prediktor. Pertemuan 15 akan memperluas model menjadi regresi linear berganda, yaitu menggunakan dua atau lebih prediktor untuk menjelaskan satu variabel hasil, membaca koefisien parsial, adjusted R², uji keseluruhan model, serta memeriksa multikolinearitas dan batas interpretasinya.