Pertemuan 10 · Bab 4 · Fisika 2 Satuan Kredit Semester
Keseimbangan Benda Tegar dan Reaksi Tumpuan
Pada Pertemuan 9 kita menganalisis momen gaya dan resultan momen. Pada Pertemuan 10,
konsep tersebut digabungkan dengan keseimbangan gaya untuk menganalisis
benda tegar dua dimensi, menyusun Diagram Benda Bebas,
dan menentukan reaksi tumpuan sederhana.
Target Rencana Pembelajaran Semester: mahasiswa mampu menganalisis
keseimbangan benda tegar dan reaksi tumpuan sederhana dengan Diagram Benda Bebas
serta persamaan keseimbangan yang sistematis dan tervalidasi.
Tujuan belajar Pertemuan 10
Pertemuan 10 memiliki 6 tujuan utama. Setiap tujuan merupakan satu blok pembelajaran lengkap.
Batas Pertemuan 10: fokus pada benda tegar dua dimensi dan reaksi tumpuan sederhana.
Analisis struktur lanjut, gaya dalam, dan desain struktur bukan lingkup pertemuan ini.
Cara belajar Pertemuan 10
Isolasi benda. Tentukan benda yang sedang dianalisis.
Susun Diagram Benda Bebas. Ganti tumpuan dengan reaksi yang sesuai dan tampilkan seluruh gaya luar.
Cantumkan jarak. Posisi gaya dibutuhkan untuk menghitung momen.
Pilih titik momen. Gunakan titik yang membuat persamaan lebih sederhana.
Terapkan persamaan keseimbangan. Gunakan ΣM = 0, ΣFᵧ = 0, dan ΣFₓ = 0 sesuai kebutuhan.
Validasi. Periksa tanda, satuan, arah reaksi, dan seluruh persamaan.
Siklus belajar: isolasi → Diagram Benda Bebas → reaksi → jarak → titik momen → persamaan → validasi.
Pada analisis partikel, perhatian utama berada pada keseimbangan gaya. Pada benda tegar,
letak gaya terhadap benda juga penting karena gaya dapat menghasilkan momen.
Karena itu keseimbangan benda tegar membutuhkan keseimbangan gaya dan keseimbangan momen.
PartikelUkuran dan bentuk benda tidak menjadi fokus analisis; keseimbangan gaya menjadi perhatian utama.
Benda tegarUkuran, posisi gaya, garis kerja, dan momen terhadap titik acuan ikut menentukan keadaan statis.
1.1 Tiga gagasan yang harus dibedakan
Istilah
Makna pada Pertemuan 10
Kesalahan umum
Diagram Benda Bebas
Model benda yang diisolasi dengan semua gaya luar dan reaksi yang bekerja.
Masih menggambar tumpuan tetapi tidak menggantinya dengan reaksi.
Reaksi tumpuan
Gaya yang diberikan tumpuan kepada benda sesuai idealisasi tumpuan.
Menambahkan komponen reaksi yang tidak sesuai model.
Titik momen
Titik acuan untuk menuliskan ΣM = 0.
Memilih titik tanpa mempertimbangkan penyederhanaan persamaan.
Latihan Tujuan Pembelajaran 1
Mengapa syarat ΣFₓ = 0 dan ΣFᵧ = 0 saja belum cukup untuk menganalisis benda tegar?
Jawaban: karena benda tegar juga harus memenuhi keseimbangan momen, yaitu ΣM = 0.
Diagram Benda Bebas dibuat dengan mengisolasi benda dari lingkungan,
mengganti tumpuan dengan reaksi yang sesuai, menampilkan seluruh gaya luar,
dan mencantumkan jarak yang diperlukan.
2.1 Visual Diagram Benda Bebas benda tegar
Pada Diagram Benda Bebas, benda diisolasi. Tumpuan diganti dengan reaksi yang sesuai, semua beban luar ditampilkan, dan jarak penting dicantumkan.
2.2 Model reaksi tumpuan sederhana
Sendi/pin: umumnya dua komponen gaya pada model dua dimensi. Rol: satu reaksi normal terhadap permukaan tumpuan.
Arah dan jumlah reaksi tetap harus mengikuti idealisasi tumpuan pada gambar atau model soal.
Aturan model: sendi pada model dua dimensi dapat memiliki dua komponen reaksi,
sedangkan rol memberikan satu reaksi normal terhadap permukaan tumpuan.
Arah dan jumlah reaksi harus mengikuti idealisasi pada gambar atau soal.
Latihan Tujuan Pembelajaran 2
Balok sederhana memiliki sendi di A, rol di B, dan satu beban vertikal. Reaksi apa saja yang harus ditampilkan pada Diagram Benda Bebas?
Jawaban: Aₓ dan Aᵧ pada sendi A serta Bᵧ pada rol B untuk model permukaan horizontal.
Pada kondisi statis, jumlah aljabar seluruh komponen gaya horizontal dan vertikal harus nol.
Tanda positif dan negatif harus mengikuti sumbu yang dipilih pada Diagram Benda Bebas.
3.1 Keseimbangan horizontal
ΣFx = 0
Jumlah aljabar semua komponen gaya horizontal harus nol.
3.2 Keseimbangan vertikal
ΣFy = 0
Jumlah aljabar semua komponen gaya vertikal harus nol.
ΣFₓ = 0 dan ΣFᵧ = 0
Latihan Tujuan Pembelajaran 3 — reaksi horizontal
Gaya horizontal 4 kN ke kanan bekerja pada balok dengan sendi di A dan rol di B. Tentukan reaksi horizontal Aₓ.
Jawaban: Aₓ = 4 kN ke kiri agar ΣFₓ = 0.
Latihan Tujuan Pembelajaran 3 — audit vertikal
Total beban ke bawah 18 kN. Jika Aᵧ = 11 kN dan Bᵧ = 7 kN, apakah keseimbangan vertikal terpenuhi?
Selain resultan gaya nol, benda tegar statis juga harus memenuhi
resultan momen nol. Pemilihan titik momen yang efisien dapat menghilangkan
beberapa reaksi tak diketahui dari persamaan.
4.1 Keseimbangan rotasi
ΣM = 0
Jumlah aljabar semua momen terhadap titik acuan yang dipilih harus nol.
4.2 Memilih titik momen dan validasi
Pilih titik momen yang dilalui beberapa gaya reaksi tak diketahui agar momen gaya-gaya tersebut bernilai nol terhadap titik tersebut.
Contoh: mengambil momen terhadap A pada balok sendi–rol menghilangkan Ax dan Ay dari persamaan momen.
Setelah reaksi ditemukan, gunakan titik momen lain atau persamaan gaya sebagai verifikasi.
4.3 Contoh Terbimbing — beban tidak di tengah
Menengah
Balok AB panjang 6 m memiliki sendi di A dan rol di B. Beban 12 kN bekerja 2 m dari A.
ΣMA = 0 → By(6) − 12(2) = 0
By = 4 kN.
ΣFy = 0 → Ay + 4 − 12 = 0
Ay = 8 kN.
Interpretasi: reaksi A lebih besar karena beban terletak lebih dekat ke A.
Latihan Tujuan Pembelajaran 4
Mengapa titik A sering dipilih untuk menghitung momen pada balok dengan sendi di A dan rol di B?
Jawaban: karena reaksi yang garis kerjanya melalui A memiliki lengan momen nol terhadap A sehingga persamaan menjadi lebih sederhana.
Reaksi tumpuan ditentukan setelah Diagram Benda Bebas benar.
Strategi yang umum adalah menentukan satu reaksi melalui ΣM = 0,
lalu menggunakan ΣFᵧ = 0 dan ΣFₓ = 0 untuk reaksi yang tersisa.
5.1 Contoh Terbimbing — beban tepat di tengah
Dasar
Balok sederhana AB panjang 4 m ditumpu sendi di A dan rol di B. Beban 8 kN bekerja vertikal ke bawah tepat di tengah balok.
Momen terhadap A:
ΣMA = 0 → By(4) − 8(2) = 0
By = 4 kN.
Gaya vertikal:
ΣFy = 0 → Ay + 4 − 8 = 0
Ay = 4 kN. Karena tidak ada gaya horizontal luar, Ax = 0.
5.2 Contoh Terbimbing — gaya horizontal dan vertikal
Integrasi Diagram Benda Bebas
Balok AB panjang 5 m ditumpu sendi di A dan rol di B. Beban 10 kN ke bawah bekerja 3 m dari A, disertai gaya horizontal 3 kN ke kanan.
ΣMA = 0 → By(5) − 10(3) = 0 → By = 6 kN
ΣFy = 0 → Ay + 6 − 10 = 0 → Ay = 4 kN
ΣFx = 0 → Ax + 3 = 0 → Ax = −3 kN
Tanda negatif menunjukkan arah aktual Ax berlawanan dengan asumsi positif, yaitu 3 kN ke kiri.
5.3 Kalkulator latihan reaksi tumpuan
Model kalkulator: balok sederhana dua dimensi dengan sendi di A (reaksi Ax, Ay) dan rol di B (reaksi By). Beban vertikal P diberi tanda positif ke bawah, gaya horizontal H positif ke kanan, dan momen pasangan Mext positif berlawanan arah jarum jam.
A. Kalkulator reaksi tumpuan A–B
Gunakan satu titik acuan yang sama. Posisi x diukur dari A dan harus berada pada 0 ≤ x ≤ L.
Beban
P (+ turun, − naik)
Posisi x dari A (m)
P₁
P₂
P₃
B. Validator kesetimbangan benda tegar
Validator memakai data L, H, P₁–P₃, x₁–x₃, dan Mext dari panel A. Masukkan reaksi yang ingin diperiksa.
C. Persamaan yang dipakai
ΣFx = Ax + H = 0
ΣFy = Ay + By − ΣP = 0
ΣMA = ByL − Σ(Px) + Mext = 0
Jika reaksi hasil hitung bernilai negatif, arah reaksi aktual berlawanan dengan arah asumsi positif. Untuk tumpuan kontak satu sisi, hasil seperti ini juga dapat menandakan asumsi kontak perlu ditinjau.
Kesalahan umum
langsung menulis persamaan tanpa membuat Diagram Benda Bebas;
menambahkan reaksi yang tidak sesuai model tumpuan;
melupakan jarak atau memakai lengan momen yang salah;
menghilangkan tanda momen searah / berlawanan arah jarum jam;
menganggap reaksi selalu sama besar tanpa melihat posisi beban;
tidak memvalidasi hasil dengan persamaan kesetimbangan lain.
Kalkulator hanya untuk latihan/verifikasi manual dan tidak menyimpan atau mengirim data ke sistem perkuliahan.
Latihan Tujuan Pembelajaran 5
Balok sederhana bentang 8 m menerima beban 20 kN tepat di tengah. Tentukan reaksi vertikal kedua tumpuan.
Hasil analisis harus diperiksa kembali. Validasi mencakup kelengkapan Diagram Benda Bebas,
model reaksi, tanda gaya dan momen, satuan, serta konsistensi terhadap ketiga persamaan keseimbangan.
6.1 Prosedur analisis benda tegar
Isolasi benda. Pisahkan balok atau benda dari lingkungan sekitarnya.
Gambar Diagram Benda Bebas lengkap. Ganti tumpuan dengan reaksinya dan masukkan semua gaya luar.
Cantumkan jarak penting. Jarak diperlukan untuk menghitung momen.
Pilih titik momen yang efisien. Utamakan titik yang dapat menghilangkan beberapa reaksi tak diketahui.
Gunakan ΣM = 0. Tentukan salah satu reaksi bila memungkinkan.
Gunakan ΣFᵧ = 0 dan ΣFₓ = 0. Selesaikan reaksi yang tersisa.
Validasi. Periksa satuan, tanda, arah, dan seluruh persamaan kesetimbangan.
6.2 Latihan terbimbing
Latihan 1 — beban tengah 20 kN pada bentang 8 m
Balok sederhana dengan beban 20 kN tepat di tengah. Tentukan reaksi vertikal kedua tumpuan.
Jawaban: Ay = 10 kN dan By = 10 kN.
Latihan 2 — beban 15 kN, 2 m dari A pada bentang 5 m
Jawaban: By = 6 kN dan Ay = 9 kN.
Latihan 3 — reaksi horizontal
Gaya horizontal 4 kN ke kanan bekerja pada balok dengan sendi di A dan rol di B.
Jawaban: Ax = 4 kN ke kiri.
Latihan 4 — cek keseimbangan vertikal
Total beban ke bawah 18 kN. Hasil perhitungan memberi Ay = 11 kN dan By = 7 kN.
Lolos: 11 + 7 − 18 = 0.
Latihan 5 — memilih titik momen
Mengapa titik A sering dipilih untuk menghitung momen pada balok sendi–rol?
Karena reaksi yang garis kerjanya melalui A mempunyai lengan momen nol terhadap A.
6.3 Cek konsep cepat
Pernyataan
Keputusan
Alasan
Jika ΣFₓ = 0 dan ΣFᵧ = 0 maka benda tegar pasti setimbang.
Belum tentu
Masih harus dipenuhi ΣM = 0.
Reaksi tumpuan harus dimasukkan ke Diagram Benda Bebas.
Benar
Reaksi adalah gaya luar pada benda yang diisolasi.
Gaya yang garis kerjanya melalui titik A mempunyai momen nol terhadap A.
Benar
Lengan momennya nol.
Semua tumpuan selalu memberi dua komponen gaya.
Salah
Reaksi bergantung pada idealisasi tumpuan.
Latihan integrasi Tujuan Pembelajaran 6
Setelah memperoleh Aₓ, Aᵧ, dan Bᵧ, lakukan audit menggunakan ΣFₓ = 0,
ΣFᵧ = 0, dan ΣM = 0. Jelaskan pula arti tanda negatif bila salah satu reaksi bernilai negatif.
Kriteria: seluruh persamaan harus konsisten; tanda negatif berarti arah aktual berlawanan dengan arah asumsi positif yang digunakan pada model.
Gunakan bagian ini sebagai lembar ringkas sebelum mengerjakan contoh dan latihan.
Persamaan utama
Kondisi
Persamaan
Makna
Horizontal
ΣFₓ = 0
resultan gaya arah x bernilai nol pada kondisi statis
Vertikal
ΣFᵧ = 0
resultan gaya arah y bernilai nol pada kondisi statis
Rotasi
ΣM = 0
resultan momen bernilai nol pada kondisi statis
Keterangan simbol
Simbol
Keterangan
Fₓ
komponen gaya horizontal, satuan N atau kN
Fᵧ
komponen gaya vertikal, satuan N atau kN
M
momen terhadap titik acuan, satuan N·m atau kN·m
Aₓ, Aᵧ
contoh komponen reaksi pada tumpuan A
Bᵧ
contoh reaksi vertikal pada tumpuan B
Diagram Benda Bebas
Diagram Benda Bebas / diagram benda bebas
Urutan paling aman: isolasi benda → gambar Diagram Benda Bebas → tentukan reaksi tumpuan →
pilih titik momen → gunakan ΣM = 0 → gunakan ΣFᵧ = 0 → gunakan ΣFₓ = 0 → validasi seluruh hasil.
Beban belajar Pertemuan 10
Tatap muka / terbimbing
100 menit
Penugasan Terstruktur
120 menit
Belajar Mandiri
120 menit
Total Pertemuan 10
340 menit
Metode
pemecahan masalah berbasis Diagram Benda Bebas, studi kasus balok sederhana
Asesmen
Formatif 0%
Tugas belajar Pertemuan 10
Penugasan Terstruktur — 120 menit
Kerjakan variasi balok sederhana dengan posisi beban berbeda. Setiap jawaban harus memuat Diagram Benda Bebas, reaksi tumpuan, titik acuan momen, persamaan, satuan, dan validasi.
Belajar Mandiri — 120 menit
Buat ringkasan satu halaman tentang Diagram Benda Bebas → reaksi tumpuan → ΣM = 0 → ΣFᵧ = 0 → ΣFₓ = 0 → validasi.
Bukti hasil belajar yang harus dihasilkan
benda yang dianalisis diisolasi dengan jelas;
Diagram Benda Bebas memuat seluruh gaya luar dan reaksi tumpuan yang relevan;
jarak penting untuk perhitungan momen dicantumkan;
titik momen dipilih dan dijelaskan;
ΣFₓ = 0, ΣFᵧ = 0, dan ΣM = 0 digunakan secara konsisten;
reaksi tumpuan ditentukan beserta arah dan satuannya;
hasil diperiksa kembali dengan persamaan keseimbangan.
Daftar periksa penguasaan Pertemuan 10
0 dari 9 indikator tercapai0%
Daftar periksa ini hanya tersimpan pada browser/perangkat dan bukan progres atau nilai resmi sistem perkuliahan.
Jembatan ke Pertemuan 11
Setelah memahami gaya, momen, dan reaksi tumpuan, Pertemuan 11 melanjutkan pembahasan ke titik berat sederhana dan stabilitas terhadap terguling.
x̄ = Σ(Wixi) / ΣWi
Fokus berikutnya adalah posisi garis kerja berat dan bagaimana posisi tersebut memengaruhi kestabilan benda.
Ringkasan Pertemuan 10: mulai dari Diagram Benda Bebas, gunakan reaksi sesuai model tumpuan, pilih titik momen yang efisien, selesaikan ΣM = 0 bersama ΣFₓ = 0 dan ΣFᵧ = 0, lalu validasi hasil.